TRC BPBD Bangkep Bersihkan Ruas jalan Salakan Saiyong akibat Longsor

Avatar

Jumat 13/05/22

BangkepNews.com. BANGKEP– Longsor terjadi di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah yang disebabkan bekas galian yang berada diantara ruas jalan Salakan saiyong kecamatan Tinangkung.

Kepala seksi darurat Muhammad Rifai menjelaskan, bahwa berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai kepulauan, longsor terjadi pada Kamis (12/5/2022) sekitar pukul 07.00 WITA.

Lokasi longsor berada diantara SPBU dan RSUD Trikora Salakan.
Longsor dipicu oleh struktur tanah bekas galian yang dilakukan oleh seorang pengusaha. Tebing setinggi kurang lebih lima sampai enam meter, yang digali dengan menggunakan alat berat oleh seorang pengusaha, bahkan pengusaha tersebut tidak memikirkan dampak buruknya, sewaktu waktu dapat mengancam nyawa pengguna jalan.

Ruas jalan Salakan – saiyon tertutup material longsor.

“Material longsor menutupi ruas jalan yang mengakibatkan arus lalulintas sempat terhenti,” ucap Rifai.

BACA JUGA:  BPBD Bangkep Bekerja Ekstra di Musim Penghujan, Beberapa Wilayah Dilanda Banjir dan Longsor serta Puting Beliung

“Muhammad Rifai menambahkan, bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai kepulauan telah melakukan upaya penanganan darurat. Dijelaskannya, dalam bencana longsor yang terjadi tidak ada korban jiwa,” terangnya.

BPBD Banggai kepulauan langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pembersihan material longsor, sekaligus pihak BPBD menyurati pimpinan CV yang melakukan galian, sehingga mengakibatkan terjadinya longsor dan menimbun ruas jalan Salakan – saiyong” ucap Muhammad Rifai.

“Longsor yang mengakibatkan tertimbunnya ruas jalan akibat pekerjaan galian yang dilakukan oleh seorang pemilik usaha, Kalak BPBD Sprin.K.Pitter, melayangkan surat teguran kepada pemilik usaha untuk menjadi perhatian, isi surat sebagai berikut; Dalam rangka mengantisipasi resiko dampak bencana maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

BACA JUGA:  Air PDAM di Desa Bongganan Mati, Warga  Manfaatkan Sumur untuk Mandi dan Memasak

1. Aktivitas galian material hasil galian tidak menutupi saluran air dan badan jalan raya, yang akan berdampak terhadap resiko terjadinya bencana alam.

2. Membuat galian saluran pembuangan air dilokasi pekerjaan agar material galian tidak menutupi jalan poros saiyong-salakan yang bisa membahayakan Pengguna jalan.

3. Melaksanakan pembersihan dan badan jalan setelah proses pekerjaan selesai sehingga hujan atau daerah rawan banjir, tanah longsor dan bencana lainnya, agar dapat diantisipasi resiko kecelakaan akibat pekerjaan dan hasil galian material.

“Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Cicofisika (BMKG) mengenai pemutakhiran data desember 2021 sejumlah wilayah di Indonesia mengalami dampak cuaca ekstrim dan pengalihan kemarau, hujan dan saat ini, fenomena peralihan dan pancaroba, namun hujan masih terus terjadi dengan karakteristik tertentu terjadi hujan lebat periode singkat, disertai kilat dan petir terlebih dalam konteks situasi saat ini dimana vandemi Covid-19 masih berlangsung ditengah masyarakat, disebagian besar daerah khususnya kabupaten banggai kepulauan perkiraan mulai maret-april hingga mei 2022 sudah memasuki musim pancaroba,”tutup Saprin.K.Pitter.(Ar)

BACA JUGA:  Paripurna DPRD Bangkep Bahas Tiga Rancangan peraturan Daerah
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *