BangkepNews.com.BANGKEP — Kerusakan jalan di depan lokasi rencana pembangunan SPBU di wilayah Peling Tengah dilaporkan semakin parah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena pembangunan SPBU di lokasi itu dikhawatirkan dapat memperburuk kerusakan jalan serta menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari.
Berdasarkan pantauan Ketua LSM Merah Putih, badan jalan mengalami penurunan dan retakan di sejumlah titik. Saat musim hujan, kondisi jalan disebut semakin memburuk akibat tanah di bawah permukaan diduga terus terkikis oleh aliran air bawah tanah.
“Kerusakan jalan diduga terjadi akibat adanya aliran sungai bawah tanah yang melintas di area tersebut. Kondisi itu menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan rawan longsor,” ujar Habib Muhammad
Selain mengganggu aktivitas transportasi masyarakat, kerusakan jalan juga dinilai membahayakan pengendara, terutama pada malam hari maupun saat hujan deras.
Habib juga menyoroti kondisi kawasan yang diduga merupakan bentang alam karst. Ia menilai kegiatan pra konstruksi pembangunan SPBU telah berdampak terhadap fungsi hidrologis kawasan tersebut. Penimbunan lereng di bahu jalan disebut menghalangi jalur limpasan air dan memperparah kerusakan badan jalan.
“Penimbunan di sekitar lokasi membuat aliran air berubah. Kami khawatir kondisi ini akan terus memperburuk kerusakan jalan dan memicu longsor,” ucapnya
Ketua LSM Merah Putih berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan kajian teknis terhadap kondisi tanah di area rencana pembangunan SPBU tersebut. Menurutnya, pembangunan di lokasi dengan struktur tanah labil berpotensi menimbulkan risiko lebih besar di masa mendatang.
Habib Muhammad juga meminta kepada pemerintah daerah untuk menghentikan proses pembangunan SPBU hingga ada hasil kajian yang jelas dan menyeluruh.
“Jika tetap dipaksakan, kami khawatir akan berdampak lebih parah di kemudian hari apabila terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan kebocoran tangki penampung BBM sehingga mencemari mata air di lokasi tersebut,” ujarnya
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu tanggapan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak pengembang terkait kondisi jalan dan rencana pembangunan SPBU di wilayah Peling Tengah.(*/Ar)
*Bersambung*













