BangkepNews.com. JAKARTA – Bupati Rusli Moidady menghadiri audiensi di Jakarta sekaligus menyerahkan mini proposal program tahun 2026 yang berfokus pada penguatan ketahanan dan diversifikasi pangan daerah, Kamis (26/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memaparkan strategi komprehensif untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat serta menangani wilayah rawan pangan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan.
Didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum dan sejumlah pimpinan perangkat daerah, Rusli menegaskan pentingnya pembangunan sistem ketahanan pangan berbasis data yang akurat, terukur, dan terintegrasi. Salah satu usulan utama adalah penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan hingga tingkat kecamatan.
Menurutnya, pemetaan tersebut akan menjadi instrumen dasar dalam perencanaan kebijakan, terutama untuk mengidentifikasi wilayah rentan dan menentukan prioritas intervensi secara tepat sasaran. Tanpa dukungan data yang kuat, kebijakan berpotensi tidak berjalan efektif.
Selain pemetaan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah konkret untuk penanganan daerah rawan pangan. Program tersebut mencakup penguatan sistem distribusi, intervensi bantuan pangan, serta sinkronisasi lintas sektor antar organisasi perangkat daerah. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan sistem pangan yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika lapangan.
Mini proposal yang diajukan juga mendukung agenda nasional dalam mendorong pola konsumsi pangan yang beragam, sehat, dan bergizi. Sebagai wilayah kepulauan dengan potensi hasil laut melimpah serta komoditas pertanian tropis, Banggai Kepulauan dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.
Sejumlah program strategis turut diusulkan, di antaranya penetapan target konsumsi per kapita sebagai acuan peningkatan kualitas konsumsi masyarakat, pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pangan lokal, serta penyusunan neraca bahan makanan daerah. Neraca tersebut akan menjadi alat kendali untuk memastikan keseimbangan antara ketersediaan, kebutuhan, dan distribusi pangan.
Rusli menekankan bahwa swasembada pangan tidak semata-mata soal ketersediaan bahan pokok, melainkan juga tentang kemandirian dalam mengelola dan memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Diversifikasi konsumsi, lanjutnya, menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, dan gangguan rantai pasok.
Melalui audiensi dan penyerahan proposal tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan berharap mendapatkan dukungan kebijakan serta penguatan anggaran dari pemerintah pusat, sehingga implementasi program tahun 2026 dapat berjalan optimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan serta kemandirian pangan masyarakat.(*/Ar)
Sumber: Prokopoim













