BangkepNews.com.BANGKEP — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Banggai Kepulauan menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banggai Kepulauan. Organisasi nelayan itu menilai hidangan menu masih terfokus pada ayam potong, sehingga dinilai belum sepenuhnya mencerminkan karakter wilayah kepulauan yang memiliki potensi perikanan melimpah.
Ketua KNTI Banggai Kepulauan, Doni Setiawan, menyampaikan bahwa Banggai Kepulauan dikenal sebagai daerah dengan dominasi wilayah laut. Karena itu, menurutnya, pemanfaatan ikan laut dalam menu MBG seharusnya menjadi bagian yang lebih diperhatikan.
“Sebagai daerah kepulauan dengan bentang laut yang mencapai sekitar 75 persen wilayah, sudah semestinya ikan laut menjadi pilihan utama dalam penyusunan menu MBG,” ujarnya.
Doni menilai, penyajian menu yang belum menempatkan ikan sebagai komponen utama menimbulkan kesan bahwa potensi daerah belum menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan program.
Senada dengan itu, Sekretaris KNTI Bangkep, Kaharudin yang akrab disapa Agung, menambahkan bahwa pendekatan program nasional idealnya tidak bersifat seragam. Ia menekankan pentingnya penyesuaian dengan karakteristik wilayah.
“Daerah kepulauan seperti Banggai Kepulauan dikenal sebagai salah satu penghasil ikan di Sulawesi Tengah. Maka, optimalisasi ikan laut dalam menu MBG adalah langkah yang wajar dan relevan,” katanya.
KNTI Bangkep berpandangan bahwa apabila ikan laut lebih diutamakan dalam menu MBG, maka pemanfaatan hasil tangkap lokal akan semakin terbuka. Hal itu dinilai dapat memberi ruang lebih luas bagi nelayan kecil untuk terlibat dalam rantai pasok program sekaligus memperkuat keterhubungan antara kebijakan nasional dan potensi riil daerah.
Selain aspek ekonomi, KNTI juga menyoroti sisi gizi. Ikan laut secara umum dikenal memiliki kandungan protein berkualitas dengan asam lemak omega-3 yang tinggi serta komposisi lemak yang relatif lebih ringan dibandingkan ayam potong. Dengan karakteristik tersebut, optimalisasi ikan laut dinilai tidak hanya selaras dengan identitas Banggai Kepulauan sebagai daerah penghasil ikan, tetapi juga menjadi pilihan yang lebih rasional dalam mendukung tujuan program MBG menghadirkan makanan bergizi bagi masyarakat.(*/Ar)
Sumber: Doni Setiawan













