BangkepNews.com.BANGKEP–Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran menjelang berakhirnya triwulan III 2026. Ia mengingatkan agar kegiatan dan anggaran tidak menumpuk pada penghujung tahun.
Serfi menyampaikan arahan tersebut saat memimpin Apel Pagi Gabungan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut dia, akhir triwulan III merupakan waktu bagi setiap OPD mengevaluasi pelaksanaan program yang telah direncanakan. Kegiatan yang sudah memperoleh alokasi anggaran diminta segera dijalankan sesuai ketentuan.
“Program dan kegiatan yang telah direncanakan dan dianggarkan harus segera dilaksanakan sesuai ketentuan. Jangan sampai terjadi penumpukan kegiatan dan anggaran pada akhir tahun karena lemahnya perencanaan maupun keterlambatan pelaksanaan,” kata Serfi.
Namun, Serfi menegaskan percepatan serapan anggaran tidak boleh sekadar mengejar capaian angka. Belanja pemerintah, kata dia, harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama melalui pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia meminta kepala OPD mengidentifikasi kegiatan yang masih terkendala dan mengambil langkah percepatan sesuai aturan.
Dalam apel tersebut, Serfi juga menyoroti pelayanan publik, terutama pada perangkat daerah yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan menjadi bagian dari pemantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Perangkat daerah yang disorot antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Mal Pelayanan Publik, BKPSDM, serta rumah sakit.
Serfi meminta pelayanan diberikan secara cepat, tepat, transparan, akuntabel, dan tanpa diskriminasi.
“Jangan sampai masyarakat dipersulit dalam mendapatkan hak pelayanan yang seharusnya mereka terima,” ujarnya.
Ia meminta kepala OPD tidak menyerahkan sepenuhnya persoalan pelayanan kepada petugas pelaksana. Pimpinan harus melakukan pengawasan langsung dan memastikan standar operasional prosedur diterapkan secara konsisten.
“Jangan hanya baik ketika ada pemantauan. Jadikan pelayanan yang baik sebagai budaya kerja kita sehari-hari,” kata Serfi.
Menurut dia, kualitas pelayanan publik merupakan salah satu indikator paling nyata untuk mengukur kinerja pemerintah daerah. Masyarakat, kata dia, berhadapan langsung dengan aparatur ketika membutuhkan layanan pemerintah.
Serfi juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN), khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Tinangkung, agar mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi yang memasuki hari terakhir pada 31 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), masih terdapat ASN di wilayah Tinangkung yang belum mengikuti atau belum terdata dalam sensus.
Serfi meminta para ASN menggunakan kesempatan terakhir untuk memastikan data mereka tercatat. Jika mengalami kendala, mereka diminta segera berkoordinasi dengan BPS.
“Tidak ada lagi ASN yang tidak terdata hanya karena persoalan komunikasi atau kendala teknis yang sebenarnya masih dapat dikoordinasikan,” ujarnya.
Ia mengatakan ASN harus menjadi contoh dalam mendukung program pemerintah. Data sensus, menurut dia, penting sebagai bahan perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan.
Serfi turut menyinggung pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan yang berlangsung sekitar sepekan sebelumnya. Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera menunjukkan kinerja.
“Jangan jadikan jabatan sebagai tameng saja atau sebagai unggulan. Jabatan itu harus dibuktikan dengan kinerja,” katanya.
Menurut Serfi, pemerintah daerah bersama Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady akan melakukan evaluasi kinerja pejabat secara berkala berdasarkan aturan dan indikator yang telah ditetapkan.
Evaluasi, kata dia, tidak harus menunggu jadwal. Pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi sewaktu-waktu jika menemukan persoalan dalam pelaksanaan tugas.
“Setiap pejabat harus mampu menunjukkan progres. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.
Selain kinerja, Serfi menyoroti kedisiplinan ASN. Ia mengatakan Bupati Rusli Moidady dalam sepekan terakhir melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah OPD dan masih menemukan ASN yang belum hadir pada pagi hari.
“Kemarin Pak Bupati sudah melakukan sidak ke beberapa OPD. Masih ditemukan banyak yang tidak hadir pagi-pagi. Itu menjadi salah satu penilaian,” kata Serfi.
Ia meminta persoalan tersebut tidak kembali terjadi. Disiplin kehadiran, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab aparatur sekaligus indikator penilaian kinerja.
Serfi juga mengingatkan ASN agar tidak menjadikan efisiensi anggaran sebagai alasan untuk berhenti berinovasi.
“Efisiensi bukan alasan untuk berhenti berinovasi,” tegasnya.
Ia meminta aparatur bekerja berdasarkan aturan, menetapkan target yang jelas, dan memastikan setiap pekerjaan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bekerjalah dengan hati, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, bekerjalah berdasarkan aturan, dengan target yang jelas. Tunjukkan hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Serfi.
Serfi juga meminta ASN yang belum dilantik maupun yang nantinya memperoleh amanah jabatan tetap menunjukkan kinerja terbaik. Kinerja tersebut akan menjadi bagian dari penilaian pemerintah daerah dalam menentukan keberlanjutan penugasan.
Ia meminta seluruh kepala OPD meneruskan arahan tersebut kepada jajaran masing-masing. Apel, menurut Serfi, tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin mingguan.
“Jangan sampai arahan hanya berhenti pada apel, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata dan hasil kerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Serfi mengajak seluruh ASN meningkatkan disiplin, integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita bekerja bukan hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai ASN, tetapi untuk memberikan pelayanan terbaik dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujar Serfi.













