BangkepNews.com. BANGKEP — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banggai Kepulauan mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang kian memprihatinkan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai media ini di rumah jabatannya, Sabtu (20/12/25).
Menurut Sekda Muh.Aris Susanto, sebelum efisiensi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banggai Kepulauan sempat mencapai angka satu triliun rupiah. Namun setelah efisiensi, anggaran tersebut kini tersisa di kisaran delapan ratusan miliar rupiah.
“APBD Banggai Kepulauan sebelumnya berkisaran satu triliun, tetapi setelah efisiensi sekarang tinggal sekitar delapan ratusan miliar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah pada tahun anggaran 2026 berpotensi akan jauh lebih berat. Dampak terbesar, kata dia, akan dirasakan pada sektor pembangunan, khususnya infrastruktur.
“Untuk tahun 2026, pembiayaan pembangunan infrastruktur sangat minim sekali. Bahkan kondisinya terancam lebih parah dibanding tahun ini,” jelasnya.
Meski demikian, Muh.Ariis Susanto menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan tidak akan tinggal diam menghadapi situasi tersebut. Berbagai upaya akan terus dilakukan untuk mengatasi keterbatasan anggaran, termasuk dengan melakukan penyesuaian prioritas pembangunan dan mencari sumber pembiayaan alternatif.
“Pemda akan terus berupaya agar keterbatasan anggaran ini tidak sepenuhnya menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.













