BangkepNews.com.BANGKEP — Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama PT Lautan Lestari Emas melaksanakan kegiatan pelepasan perdana benih kerapu cantang kepada kelompok usaha nelayan budidaya di Desa Liang Bajo, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh lima kelompok usaha budidaya, yakni Kelompok Samudra Mandiri, Berkah Samudra, Samudra Indah, Sinar Samudra, dan Laut Sulindah. Seluruhnya merupakan kelompok binaan PT Lautan Lestari Emas.
Pelepasan benih kerapu cantang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST, MT, AIFO. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan Ferdy Salamat beserta jajaran, perwakilan Bank Sulteng yang diwakili Wakil Pimpinan Cabang (Wapinca) Sri Wahyuni, Camat Liang, tokoh agama, serta para anggota kelompok budidaya kerapu cantang Desa Liang Bajo.
Dalam kesempatan tersebut, kelompok usaha budidaya binaan PT Lautan Lestari Emas juga menerima bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bank Sulteng sebesar Rp.292.500.000. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Direktur PT Lautan Lestari Emas, Amir Abdullah, menjelaskan bahwa benih kerapu cantang yang dilepaskan berjumlah 9.000 ekor, yang didistribusikan kepada lima kelompok usaha budidaya di Desa Liang Bajo.
“Benih kerapu cantang yang dilepas berukuran sekitar 10 sentimeter dengan harga per ekor Rp32.500,” ujar Amir.
Ia menambahkan, masa budidaya kerapu cantang tergolong singkat, yakni sekitar enam bulan hingga masa panen. Pada usia tersebut, ikan sudah mencapai bobot rata-rata 1 kilogram dan siap dipasarkan.
“Untuk harga jual, kerapu cantang ukuran 1 kilogram saat ini mencapai sekitar Rp130.000 per kilogram. Dari lima kelompok usaha ini, diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 7 ton saat panen nanti,” jelasnya.
Bupati Rusli Moidady berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan nelayan budidaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Banggai Kepulauan.
“Saya berharap kelompok budidaya dapat menjaga dan merawat benih kerapu cantang ini dengan baik agar tingkat kelangsungan hidupnya tinggi hingga masa panen,” pesannya.
Budidaya kerapu cantang ini baru tahap awal pelaksanaan dan masih dalam proses pengembangan. Meskipun demikian, program ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan sehingga ke depannya mampu memberikan hasil yang optimal.
” Kita berharap agar program budidaya kerapu cantang ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi kelompok usaha nelayan lainnya yang bergerak di bidang budidaya, sehingga semakin banyak nelayan yang terdorong untuk mengembangkan usaha serupa guna meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat pesisir.” terang bupati
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Banggai Kepulauan, Ferdy Salamat, menekankan pentingnya pengelolaan manajemen keuangan kelompok secara profesional.
“Kelompok harus mampu mengelola keuangan dengan baik, sehingga setelah panen nanti dapat mandiri, membeli kembali benih, serta memperbaiki atau menambah keramba secara swadaya,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wapinca Bank Sulteng Sri Wahyuni berharap bantuan CSR yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok penerima.
“Kami berharap kelompok penerima bantuan dapat menjaga keberlanjutan usaha budidaya kerapu cantang ini, sehingga bantuan CSR benar-benar berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat khususnya di sektor perikanan,” pungkasnya.(*/Ar)













