BangkepNews.com BANGKEP— Bangunan pasang surut yang dibangun menggunakan dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp3,3 miliar di Desa Kambutokan mengalami kerusakan akibat faktor alam. Kerusakan tersebut disebabkan oleh gerusan air sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan.
Peristiwa itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam (03/01) hingga pagi, yang mengakibatkan debit air sungai meningkat dan meluap ke sekitar tanggul.
Perwakilan pihak pelaksana proyek, Sul, saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa sebelum pekerjaan dilaksanakan, pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar jalur arus sungai diubah menjadi lurus.
“Sejak awal kami sudah menyarankan agar alur sungai diluruskan supaya tidak berbelok-belok. Kami khawatir jika terjadi luapan air sungai akan berdampak pada bangunan dan menyebabkan banjir,” jelas Sul.
Namun, usulan tersebut ditolak oleh masyarakat dan pemerintah desa dengan alasan jalur sungai yang ada merupakan akses tempat berlabuh perahu nelayan. Warga menilai perubahan alur sungai akan menyulitkan aktivitas keluar-masuk perahu.
Akibat luapan air sungai tersebut, aliran air mengikuti jalur menuju tempat sandar perahu nelayan dan menyebabkan terjadinya gerusan pada galian koporan tanggul. Kondisi ini membuat pondasi beton menggantung dan akhirnya mengalami kerusakan atau patahan pada tanggul.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kontraktor telah dihubungi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PPTK, tim pengendali teknis, tim pengendali mutu, serta dinas terkait. Mereka dijadwalkan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan pada senin (05/01)
Meski mengalami kerusakan, bangunan pasang surut tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan CV.BHINEKA BANGGAI BERSATU. Dengan demikian, tanggung jawab perbaikan sepenuhnya menjadi kewajiban pihak pelaksana atau kontraktor.
Sementara itu, pemilik perusahaan CV Bhineka Banggai Bersatu sekaligus kontraktor pelaksana menyatakan telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan alat berat ke lokasi untuk memperbaiki tanggul yang rusak.
“Pemerintah desa bersama masyarakat kambutokan kini sudah sepakat untuk mengubah jalur aliran arus sungai,” terang Sul.
Hingga berita ini diturunkan, proses perbaikan akan segera di laksanakan agar bangunan pasang surut atau tanggul tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya serta tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar.(*/Ar)













