Pembangunan SPBU di Patukuki Perlu Ditinjau Kembali, Jalan Depan Lokasi Retak dan Turun 10 Cm

Avatar
Foto istimewa: Terjadi penurunan tanah di depan perencanaan pembangunan SPBU disebabkan aliran Air bawah tanah 

BangkepNews.com.BANGKEP – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Patukuki, tepatnya di kawasan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, menuai sorotan. Hal ini menyusul terjadinya penurunan badan jalan di depan lokasi pembangunan setinggi kurang lebih 10 sentimeter disertai keretakan, setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Jalan tersebut kini mengalami patahan yang cukup signifikan. Warga menduga kerusakan terjadi akibat struktur tanah yang tidak stabil serta adanya aliran air bawah tanah di sekitar lokasi, yang mengalir hingga ke kawasan wisata Liang Bola.

“Di lokasi itu memang ada aliran air bawah tanah. Itu yang menyebabkan tanah labil dan akhirnya jalan di depannya retak,” ujar salah seorang warga yang kerap melintasi jalur tersebut.

Sejumlah warga membenarkan bahwa ruas jalan tersebut sebelumnya juga kerap mengalami kerusakan. Mereka meyakini kondisi tanah di kawasan itu mengandung aliran air bawah tanah yang memicu pergeseran tanah, terlebih saat curah hujan tinggi.

BACA JUGA:  Sinergi Polres dan Pemda Bangkep: Bersama Atasi Inflasi Lewat Gerakan Pangan Murah

“Pemerintah daerah Banggai Kepulauan perlu mempertimbangkan kembali rencana pembangunan SPBU di wilayah Patukuki, tepatnya di kawasan Peling Tengah,” ucap seorang warga saat diwawancarai media ini.

Warga juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang apabila pembangunan tetap dilaksanakan di atas lahan yang dinilai tidak stabil. Mereka menilai risiko kebocoran tangki penyimpanan bahan bakar dapat terjadi apabila terjadi pergeseran tanah.

“Kami berharap lokasi pembangunan SPBU dipindahkan kelokasi lain diwilayah peling tengah. Jangan sampai di kemudian hari terjadi kebocoran tangki minyak akibat pergeseran tanah. Jika sampai bocor, itu bisa mencemari sumber air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” tegas warga lainnya.

Sebelumnya, Mekson, pejabat fungsional bidang tata ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), menyampaikan saat Sekretaris Daerah meninjau lokasi tersebut, menurutnya berdasarkan hasil foto citra satelit dan analisis geospasial tidak ditemukan indikasi adanya aliran sungai bawah tanah di area rencana pembangunan SPBU.

BACA JUGA:  5 Ekor Penyu Hijau Diamankan Tim Gabungan Yang Dipimpin Langsung Kapolsek Bulagi Kab.Bangkep

Namun demikian, terjadinya penurunan dan patahan jalan di depan lokasi tersebut kembali memunculkan keraguan. Kondisi ini perlu diuji lebih lanjut melalui kajian teknis yang lebih mendalam dan komprehensif.

Menindaklanjuti informasi yang diterima, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama staf tata ruang PUPR telah turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (24/02) guna memastikan kebenaran informasi terkait penurunan struktur jalan. Peninjauan tersebut juga dihadiri oleh pemilik SPBU yang berencana membangun di kawasan itu.

Keretakan yang terjadi saat ini baru dipicu oleh beban kendaraan yang melintas setiap hari, ditambah intensitas hujan yang tinggi. Di khawatirkan risiko akan semakin besar apabila di atas lahan tersebut berdiri bangunan dengan beban berat mencapai puluhan bahkan ratusan ton BBM

“Ini baru beban kendaraan yang lewat disertai curah hujan tinggi. Bagaimana kalau ada beban diam yang beratnya ratusan ton, ditambah curah hujan tinggi? Tentu akan sangat berisiko,” ungkap beberapa warga yang sering melintasi jalur tersebut.

BACA JUGA:  Rusli-Serfi Bakal Lanjutkan Program Bupati Sebelumnya

Dengan terjadinya penurunan badan jalan di lokasi rencana pembangunan SPBU, diperlukan kajian teknis yang lebih mendalam dan komprehensif untuk menilai kembali kelayakan lokasi tersebut.

Perwakilan pemilik SPBU Saat dikonfirmasi via whatsApp nya, namun enggan menjawab konfirmasi dari media ini.(*/Ar)

banner 728x250