Ketua LSM Merah Putih Desak Pemda dan DPRD Hentikan Sementara Pembangunan SPBU Peling Tengah Sebelum RDP

Avatar
oplus_0
IKLAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H / 2026 M

BangkepNews.com.BANGKEP– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih mendesak Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera mengeluarkan rekomendasi penghentian sementara pembangunan SPBU di wilayah Peling Tengah. Desakan tersebut disampaikan sebelum adanya kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai penting untuk memastikan keamanan lingkungan di lokasi pembangunan.

Ketua LSM Merah Putih, Habib Muhamad, meminta DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas polemik pembangunan SPBU tersebut bersama pihak terkait.

IKLAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H

Menurutnya, kondisi lokasi pembangunan saat ini cukup berisiko karena berada di jalur jalan yang menanjak dan menikung. Selain itu, di bagian depan lokasi juga ditemukan patahan jalan yang diduga berkaitan dengan adanya aliran air bawah tanah.

BACA JUGA:  Kadis DPMD Inginkan Dana Desa Dorong Percepatan Ekonomi

“Lokasi pembangunan SPBU saat ini terutama berada di jalan yang menanjak dan menikung. Apalagi jalan di depan sudah mengalami patahan yang diindikasikan terdapat aliran air bawah tanah. Jika pembangunan ini tetap dipaksakan, mengingat tangki pendam yang berjumlah empat buah berpotensi akan terjadi patahan pada pipa penghubung antar tangki jika sewaktu-waktu terjadi penurunan tanah,” jelas Ketua LSM Merah Putih, Habib Muhamad, kepada media ini.

Ia juga menambahkan bahwa dugaan adanya aliran air bawah tanah bukan sekadar asumsi. Beberapa hari lalu dirinya bersama tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan di jalur pembangunan SPBU tersebut.

BACA JUGA:  FreeNow Food Pastikan Beli Kelapa Langsung dari Petani Banggai Kepulauan dengan Harga Stabil

“Saya beberapa hari lalu turun lapangan untuk membuktikan adanya aliran air yang melalui jalur tersebut. Dari hasil peninjauan itu, memang terdapat indikasi aliran air bawah tanah,” ungkapnya.

Habib Muhamad juga menyebut bahwa di sekitar lokasi ditemukan adanya anak sungai kecil yang melintasi jalur pembangunan SPBU, yang memperkuat dugaan adanya aliran air bawah tanah di kawasan tersebut.

Ketua LSM Merah putih  berharap,” Pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan dapat segera mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara pembangunan SPBU hingga kajian lingkungan melalui AMDAL benar-benar dilakukan secara komprehensif demi menghindari potensi risiko di kemudian hari.”tutup habib Muhamad.(*/Ar)

BACA JUGA:  Bupati Banggai Kepulauan Gelar Safari Ramadan di Masjid At-Taqwa Desa Oluno
banner 728x250