BangkepNews.com. BANGKEP–Keputusan Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan yang tetap melanjutkan pembangunan SPBU Kompak di Desa Patukuki, Kecamatan Peling Tengah, menuai sorotan keras. Ketua LSM Merah Putih, Habib Muhammad, menilai rekomendasi tersebut berpotensi mengabaikan aspek keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, lokasi pembangunan diduga berada di kawasan rawan bencana geologi, termasuk potensi longsor dan keberadaan aliran sungai bawah tanah. Kondisi ini dinilai sangat berisiko terhadap stabilitas tanah. Jika terjadi penurunan atau pergeseran tanah, dampak yang mungkin timbul tidak main-main: kebocoran tangki pendam BBM hingga potensi longsor akibat beban konstruksi di atas tanah labil.
Habib Muhammad menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata kesalahan kepala daerah, melainkan indikasi lemahnya kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Ia menduga laporan yang disampaikan tidak mengacu secara utuh pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten Banggai kepulauan dan Rencana Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) yang disusun oleh akademisi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2014.
“Dalam dokumen tersebut secara jelas disebutkan bahwa wilayah Peling Tengah, khususnya titik rencana pembangunan SPBU, masuk kategori rawan longsor tinggi, berada dalam kawasan perlindungan ekosistem karst, serta zona penting fungsi hidrologis sebagai cadangan air masyarakat. Ini bukan informasi baru, tapi justru diabaikan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa kawasan tersebut merupakan daerah resapan dan penyangga mata air yang memiliki fungsi vital bagi keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan air warga. Jika terjadi kerusakan, dampaknya bisa bersifat jangka panjang dan sulit dipulihkan.
Selain itu, Habib Muhammad mendesak Bupati Banggai Kepulauan untuk segera mengevaluasi kinerja sejumlah OPD teknis yang terlibat, yakni:
-
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
-
Dinas Lingkungan Hidup
“Jangan sampai pembangunan yang seharusnya membawa manfaat justru menjadi bom waktu bencana bagi masyarakat,” pungkasnya.(*Ar)
*Bersambung*













