Bupati Banggai Kepulauan Hadiri Penguatan Gerakan 1000 Pelaku Usaha Berani Ekspor

Oplus_131072

BangkepNews.com.PALU — Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menghadiri agenda kunjungan kerja lintas kementerian dan lembaga negara di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 28 September 2026. Pertemuan yang dimulai pukul 08.30 WITA itu membahas penguatan program Gerakan 1000 Pelaku Usaha Berani Ekspor.

Agenda tersebut dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, serta Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat Manaor Panggabean atau perwakilan resmi.

Gerakan 1000 Pelaku Usaha Berani Ekspor dirancang untuk mempercepat pelaku usaha daerah masuk ke pasar internasional. Program itu juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas produk lokal agar memenuhi persyaratan dan standar yang berlaku di negara tujuan ekspor.

Bagi Banggai Kepulauan, program tersebut membuka peluang bagi komoditas unggulan daerah, terutama sektor perikanan, kelautan, pertanian, serta industri kreatif skala mikro. Produk-produk tersebut dinilai membutuhkan dukungan pembinaan, peningkatan kualitas, serta pemenuhan standar karantina sebelum dapat bersaing di pasar global.

Dalam pertemuan itu, sinergi Kementerian UMKM, Kementerian Desa PDT, dan Badan Karantina Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pelaku usaha di daerah. Kolaborasi antar lembaga diarahkan untuk mengurangi hambatan logistik dan birokrasi yang selama ini dapat menjadi kendala bagi usaha mikro dan kecil untuk mengakses pasar ekspor.

Kehadiran Rusli Moidady menunjukkan keterlibatan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dalam agenda pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal dan memfasilitasi pelaku usaha agar dapat memanfaatkan peluang ekspor.

Penguatan sektor usaha lokal juga diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah. Bagi Banggai Kepulauan, pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mendukung upaya keluar dari status daerah tertinggal.

Melalui gerakan tersebut, pelaku usaha daerah didorong tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi juga meningkatkan kualitas dan memenuhi standar yang diperlukan untuk memasuki rantai perdagangan internasional.(*/Ar)

banner 728x250