BangkepNews.com.Peling Tengah — Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Patukuki, Kecamatan Peling Tengah, menuai sorotan dari masyarakat setempat. Warga menilai lokasi tersebut tidak layak untuk pembangunan SPBU karena diindikasi adanya aliran sungai bawah tanah yang berpotensi menimbulkan risiko terjadinya pencemaran lingkungan dengan adanya aktifitas spbu.
Menurut keterangan warga, kondisi tanah di lokasi rencana pembangunan sering mengalami penurunan. Hal itu dibuktikan dengan kondisi jalan di sekitar lokasi yang kerap mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah. Warga menduga pergeseran tersebut disebabkan oleh aliran air bawah tanah yang terus mengalir di kawasan tersebut.
“Kondisi tanah di sini tidak stabil. Jalan sering rusak karena tanah turun, apalagi di bawahnya ada aliran air,” ungkap salah satu warga setempat.
Warga khawatir, apabila di kemudian hari terjadi kebocoran tangki bahan bakar, maka pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari. Dampak terparah dikhawatirkan akan mencemari sumber aliran air sungai bawah tanah yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Kalau sampai terjadi kebocoran akan mencemari air bawah tanah, dampaknya akan sangat besar. Air itu bisa mengalir ke mana-mana,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap agar pemerintah daerah dapat meninjau kembali rencana pembangunan SPBU tersebut demi menghindari risiko kerusakan lingkungan dan dampak negatif bagi warga sekitar.(*/Ar)













