BangkepNews.com. BANGKEP–Pemerintah daerah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta identifikasi kondisi robohnya tanggul di Desa Kambutokan, Kecamatan Totikum yang dilaksanakan oleh CV. Bhineka Banggai Bersatu dengan menggunakan dana hibah BNPB Tahun anggaran 2024-2025 sebesar Rp.3,3 Milliar.
Kegiatan Monev dan Identifikasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut pemerintah daerah atas kerusakan tanggul yang terjadi akibat tekanan aliran sungai saat banjir.

Berdasarkan hasil Monev dan identifikasi di lapangan, diketahui bahwa tanggul berada tepat di posisi tembakan aliran sungai ketika banjir dengan panjang terdampak sekitar 35 meter.
Selain itu, tanah dasar tanggul tergolong labil karena lokasi tanggul yang patah berada di jalur aliran sungai lama, sehingga meningkatkan risiko kerusakan lanjutan apabila tidak segera ditangani.
Menanggapi kondisi tersebut, Sixsanto menyampaikan sejumlah rekomendasi teknis. Ia menjelaskan bahwa aliran sungai perlu dilakukan normalisasi secara sederhana agar aliran air tidak langsung bertemu dengan tanggul.
“Aliran sungai dinormalisasi sederhana, sehingga tidak langsung aliran sungai bertemu dengan tanggul,” ucap Sixsanto.
Lebih lanjut, Sixsanto menerangkan bahwa perbaikan tanggul dapat dilakukan dengan metode pemasangan tiang pancang dari bambu.
“Perbaikan tanggul dengan cara dibuatkan tiang pancang dari bambu sepanjang 50 meter dengan kebutuhan sekitar 250 batang bambu,” terang Sixsanto.
Selain itu, ia juga menegaskan perlunya rehabilitasi atau rekonstruksi terhadap bangunan tanggul yang mengalami kerusakan.
“Rehab atau rekonstruksi kembali bangunan yang patah, atau dibangun baru,” jelas Sixsanto Esa selaku PPTK.
Kegiatan Monev dan identifikasi ini melibatkan berbagai unsur terkait, antara lain Kepala Bagian Pembangunan, Asisten II, Inspektorat yang dipimpin langsung oleh Ibu Inspektur, PPK, PPTK, tim teknis dan pengendali teknis, Kepala Desa Kambutokan, serta konsultan dan kontraktor yang turut dihadirkan.
“Dengan adanya hasil Monev dan rekomendasi teknis ini, diharapkan penanganan tanggul di Desa Kambutokan dapat segera direalisasikan guna mencegah risiko banjir dan kerusakan yang lebih besar lagi.”tandas Sixsanto Esa.(*/Ar)













