Mahasiswa KKN-PPM UGM Data Situs Makam Bersejarah untuk Dukung Pengembangan Wisata Religi Desa Lolantang

BangkepNews.com. BANGKEP— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 melakukan pendataan sejumlah situs makam bersejarah di Desa Lolantang, Kecamatan Bulagi Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung pengembangan wisata religi sekaligus mendokumentasikan warisan sejarah yang dimiliki desa tersebut.

Selama ini, Desa Lolantang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi di Banggai Kepulauan melalui keberadaan Makam Imam Syaban dan Lipuadino yang kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Namun, di luar dua situs tersebut, masih terdapat sejumlah makam bersejarah lain yang belum banyak diketahui masyarakat.

Pendataan diawali dengan observasi lapangan dan dokumentasi di berbagai lokasi makam yang tersebar di Desa Lolantang. Selain mencatat kondisi fisik situs, mahasiswa juga menghimpun informasi dari tokoh adat dan masyarakat setempat mengenai sejarah serta nilai budaya yang melekat pada masing-masing makam.

Salah satu situs yang didata adalah Wowoduk, makam yang berada di titik tertinggi Desa Lolantang. Menurut tokoh adat Desa Lolantang, Khamsir, nama “Wowoduk” memiliki arti “yang tertinggi” dan dipercaya sebagai tempat peristirahatan tokoh pertama yang memimpin Desa Lolantang.

Di lokasi lain, tim juga mendokumentasikan Makam Tujuh Lutut yang dalam cerita masyarakat diyakini sebagai makam seorang manusia bertubuh sangat besar. Selain itu, terdapat pula dua makam yang berdampingan dan dikenal sebagai Makam Tuan. Berdasarkan penuturan Khamsir, makam tersebut merupakan tempat dimakamkannya tokoh pertama yang mengajarkan mengaji kepada masyarakat Desa Lolantang.

Pengelola situs makam Desa Lolantang, Nurhaba Djiha, mengapresiasi kegiatan pendataan yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM UGM. Menurut dia, dokumentasi terhadap seluruh situs makam bersejarah menjadi langkah penting dalam memperkaya informasi mengenai warisan budaya desa.

“Potensi wisata religi di Desa Lolantang sangat besar. Selain Makam Imam Syaban dan Lipuadino yang telah dikenal luas, masih terdapat sejumlah makam bersejarah lain yang memiliki nilai historis dan dapat melengkapi daya tarik wisata religi di desa ini. Semoga melalui pendataan ini, masyarakat semakin mengenal kekayaan sejarah yang kami miliki,” ujar Nurhaba.

Mahasiswa KKN-PPM UGM berharap hasil pendataan tersebut dapat menjadi basis informasi yang terdokumentasi dengan baik dan dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah sekaligus pengembangan wisata religi di Desa Lolantang. Dokumentasi yang lebih lengkap diharapkan mampu memperluas pengetahuan masyarakat mengenai jejak sejarah penyebaran Islam di Banggai Kepulauan serta mendorong pengelolaan potensi wisata berbasis budaya dan sejarah secara berkelanjutan.(*/Ar)

banner 728x250