Pemda Bangkep Gelar Rapat: Perkuat Pengendalian Inflasi Daerah Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

Avatar

BangkepNews.com. BANGKEP — Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung di ruang rapat Bupati.Rapat tersebut dihadiri Bupati Banggai Kepulauan, Sekertaris daerah, Asisten 2, Serta sejumlah kepala OPD terkait. Senin (19/01/26)

Kegiatan ini merupakan langkah proaktif pemerintah daerah dalam menjaga Stabilitas harga bahan pokok demi kesejahteraan masyarakat. Atas dasar itu,

daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok hingga ke seluruh pelosok di wilayah Banggai kepulauan.

Rapat tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam merespons dinamika ekonomi yang terus berkembang. Melalui forum ini, TPID melakukan pemantauan terhadap fluktuasi harga di pasar, memetakan rantai pasok bahan pokok, serta mengantisipasi dampak kondisi ekonomi global dan nasional terhadap perekonomian lokal di Kabupaten Banggai Kepulauan.

BACA JUGA:  Klarifikasi Pencairan Dana Publikasi Triwulan I 2025 oleh Dinas Kominfo

Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah langkah strategis menjadi fokus utama pembahasan. Salah satunya adalah pemantauan harga secara real-time guna memastikan distribusi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan aneka cabai tetap lancar dan terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada penguatan ketahanan pangan lokal. Optimalisasi sektor pertanian dan perikanan terus didorong agar Banggai Kepulauan memiliki kemandirian pangan yang kuat serta tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.

BACA JUGA:  Bupati Bangkep Rusli Moidady Buka Dengan Resmi Bimtek Layanan Darurat 112 untuk Tingkatkan Respons Cepat Masyarakat

Tantangan distribusi antar-pulau yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya harga di tingkat konsumen turut menjadi perhatian serius. Pemerintah berupaya mencari solusi atas kendala logistik wilayah kepulauan untuk menekan biaya angkut yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Sebagai langkah antisipatif, TPID juga menyiapkan skema operasi pasar murah. Intervensi ini akan dilakukan apabila terjadi lonjakan harga signifikan, khususnya di pasar-pasar tradisional, demi melindungi daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa inflasi yang terkendali merupakan kunci agar roda perekonomian daerah terus berputar secara sehat. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.

Melalui kesempatan ini, masyarakat juga diajak untuk terus mendukung gerakan bangga menggunakan produk lokal serta berbelanja secara bijak sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas ekonomi daerah.(*/Ar)

BACA JUGA:  Ketua DPRD Bangkep Apresiasi Pemda Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Sulteng
banner 728x250