Bangkepnews.com.BANGKEP — Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, menyimpan sejumlah destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan berbeda. Di Desa Luk Panenteng, misalnya, wisatawan dapat menemukan Pantai Poganda dengan pasir putihnya serta Danau Paisupok yang dikenal dengan airnya yang jernih.
Kedua destinasi tersebut menjadi pilihan wisata bagi masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah. Jaraknya yang relatif dekat dari Desa Leme-Leme membuat Pantai Poganda dan Danau Paisupok cukup mudah dijangkau melalui perjalanan darat.
Pengalaman mengunjungi dua destinasi tersebut diceritakan oleh dua siswi SD Negeri Leme-Leme, Nurueyin Halusi dan Sakina Lakoto.
Pantai Poganda dengan Pasir Putih
Nurueyin Halusi menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi Pantai Poganda yang berada di Dusun Poganda, Desa Luk Panenteng, Kabupaten Banggai Kepulauan.
Dari desanya, perjalanan menuju pantai tersebut ditempuh sekitar 26 menit menggunakan kendaraan darat. Sesampainya di lokasi, pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp5.000.
Begitu tiba, Nurueyin langsung terpukau melihat hamparan pasir putih Pantai Poganda.
“Woah… putih sekali pasir pantainya!” serunya ketika menginjakkan kaki di kawasan pantai.
Keindahan pantai membuat Nurueyin betah menghabiskan waktu di sana. Ia menikmati pemandangan alam sembari melihat aktivitas para pengunjung.
Sebagian wisatawan memilih berenang dan bermain air di laut. Sementara itu, pengunjung lainnya mengabadikan momen dengan berfoto di sekitar pantai.
Meski dapat menikmati keindahan alam, pengunjung tetap perlu menjaga kebersihan kawasan wisata. Menurut Nurueyin, menjaga kebersihan menjadi bagian penting agar Pantai Poganda tetap asri, indah, dan nyaman untuk dikunjungi.
Menikmati Jernihnya Danau Paisupok
Tidak jauh dari kawasan tersebut, Desa Luk Panenteng juga memiliki destinasi alam lain, yakni Danau Paisupok.
Sakina Lakoto membagikan pengalamannya ketika mengunjungi danau tersebut dari daerah Leme-Leme Bungin. Perjalanan menuju Danau Paisupok ditempuh sekitar 39 menit menggunakan kendaraan darat.
Setibanya di lokasi, Sakina menuju loket untuk membeli tiket masuk. Wisatawan lokal dikenai tarif Rp15.000, sedangkan wisatawan dari luar daerah dikenai tiket Rp25.000.
Setelah memasuki kawasan danau, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti berenang, snorkeling, paddling, maupun menyusuri danau menggunakan perahu.
Namun, sejumlah aktivitas membutuhkan biaya tambahan, terutama untuk penyewaan perahu dan perlengkapan pendukung seperti jaket pelampung.
Saat pertama kali masuk ke dalam air, Sakina merasakan suhu air yang dingin dan menyegarkan.
“Dingin sekali airnya!” ujarnya.
Air Danau Paisupok yang jernih membuat Sakina betah berlama-lama menikmati suasana. Keasrian lingkungan di sekitar danau juga menambah kenyamanan selama berada di kawasan wisata.
Saat berkunjung, Sakina melihat wisatawan yang datang tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah hingga mancanegara.
Menjaga Pesona Wisata Banggai Kepulauan
Pantai Poganda dan Danau Paisupok menawarkan karakter alam yang berbeda. Pantai Poganda menghadirkan hamparan pasir putih dan suasana pesisir, sedangkan Danau Paisupok menawarkan air yang jernih serta lingkungan alam yang masih asri.
Keduanya menunjukkan potensi wisata alam yang dimiliki Banggai Kepulauan. Keindahan tersebut tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan alam yang perlu dijaga bersama.
Melalui pengalaman mereka, Nurueyin dan Sakina berharap semakin banyak orang mengenal Banggai Kepulauan dan tertarik mengunjungi destinasi wisata di daerah tersebut.
Pada saat yang sama, wisatawan diharapkan turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar keindahan Pantai Poganda dan Danau Paisupok dapat terus dinikmati oleh generasi berikutnya.(**)













