KNTI Banggai Kepulauan Gelar FGD Pengelolaan Tenurial Nelayan di Popidolon

Foto Istimewa:Ketua DPD KNTI Banggai kepulauan Doni Setiawan Lakukan Diskusi Bersama sejumlah nelayan di desa popidolon kecamatan Liang

BangkepNews.com, BANGKEP — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Banggai Kepulauan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan tenurial nelayan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Popidolon, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan.

FGD ini menjadi ruang diskusi bersama bagi nelayan serta berbagai unsur masyarakat pesisir untuk membahas pengelolaan kawasan yang berkaitan langsung dengan ruang hidup dan aktivitas nelayan kecil.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD KNTI Banggai Kepulauan Doni Setiawan, fasilitator kegiatan Hamadin M. Nurung, Penjabat Kepala Desa Popidolon, Kepala Desa Tomboniki, perwakilan nelayan dari sejumlah desa di Kecamatan Liang, tokoh nelayan, Pokmaswas, kelompok perempuan, kelompok usaha nelayan, serta pengurus internal KNTI Banggai Kepulauan.

BACA JUGA:  Bupati Bangkep Resmi Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029: Wujudkan Banggai Kepulauan Bangkit dan Berkah

Dalam sambutannya, Ketua KNTI Banggai Kepulauan Doni Setiawan menyampaikan bahwa isu tenurial nelayan merupakan salah satu persoalan penting yang perlu dibahas secara bersama. Menurutnya, pengelolaan kawasan pesisir sering kali bersinggungan dengan ruang tangkap nelayan kecil, sehingga diperlukan dialog dan kesepahaman agar kebijakan yang lahir tetap memperhatikan kepentingan nelayan tradisional.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Liang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai forum seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan ruang bagi masyarakat nelayan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

BACA JUGA:  Perusahaan Asing Masuk Banggai Kepulauan, Masyarakat Dorong Pembelian Buah Kelapa Melibatkan  BUMD dan BUMDes

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membahas berbagai persoalan dan pengalaman nelayan terkait pengelolaan kawasan pesisir.

Hasil diskusi kemudian dipresentasikan dan dirangkum bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kawasan pesisir yang lebih adil, partisipatif, serta berpihak pada nelayan kecil di Kabupaten Banggai Kepulauan. (*/Ar)

BACA JUGA:  Wakil Bupati Serfi Kambey Buka Gerakan Pangan Murah di Pelabuhan 3B Salakan

Sumber: Doni Setiawan

banner 728x250