Kondisi Jalan di Depan Lokasi Pembangunan SPBU Peling Tengah Jadi Sorotan, Pengguna Jalan Khawatir Potensi Longsor

Avatar
Oplus_131072

BangkepNews.com.BANGKEP– Kondisi jalan di depan lokasi pembangunan SPBU Peling Tengah yang saat ini masih berlangsung menjadi sorotan para pengguna jalan. Pembangunan yang diperkirakan telah mencapai sekitar 30 persen tersebut memunculkan kekhawatiran terkait potensi terjadinya bencana longsor di kawasan itu.

Kekhawatiran semakin menguat setelah beredarnya video amatir yang direkam oleh seorang pengguna jalan dan tersebar di berbagai platform media sosial. Rekaman vidio tersebut memperlihatkan kondisi badan jalan yang mengalami keretakan dan patahan, sehingga memicu beragam tanggapan dari masyarakat mengenai risiko yang dapat terjadi apabila pembangunan tetap dilanjutkan di lokasi tersebut.

Sebelumnya, sebagian tokoh penting masyarakat desa Patukuki diketahui mendukung pembangunan SPBU di titik tersebut meskipun berada di kawasan yang dinilai rawan bencana. Namun, belakangan penolakan justru disampaikan oleh sejumlah pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Menurut keterangan sejumlah pengguna jalan, sebelum aktivitas pembangunan dimulai, kondisi jalan di lokasi itu hanya mengalami penurunan pada beberapa bagian sehingga permukaan jalan tampak bergelombang. Namun, setelah pembangunan berjalan, kerusakan jalan disebut semakin parah.

Mereka menduga kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas penimbunan pada area tebing di depan lokasi pembangunan SPBU yang mengakibatkan aliran air menuju Liang Bola tertutup. Akibat tertutupnya aliran air tersebut, air diduga mencari jalur baru dan memperbesar rongga di bawah badan jalan.

“Dengan melihat kondisi jalan yang sudah terbelah di lokasi tersebut, tentu sangat mengkhawatirkan. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin terjadi longsor yang dapat memutus total jalur lalu lintas,” ujar sejumlah pengguna jalan.

Masyarakat selaku pengguna jalan berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan segera mengambil langkah pencegahan sebelum terjadi bencana yang lebih besar. Mereka meminta pemerintah melakukan kajian teknis menyeluruh terhadap kondisi geologi dan dampak pembangunan di lokasi tersebut.

Selain itu, sejumlah pengguna jalan  mendesak pemerintah daerah untuk menghentikan  aktivitas pembangunan dilokasi tersebut.

“Bupati harus mengambil langkah tegas dengan memberhentikan aktivitas pembangunan SPBU dilokasi tersebut, lokasi pembangunan sebaiknya dipindahkan ke kawasan yang lebih aman yang berdekatan dengan permukiman warga patukuki yang tidak mengancam keselamatan masyarakat,” kata seorang pengguna jalan.

Di sisi lain, dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dimiliki PT Mahurang Raya Bangkep juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, terdapat dugaan bahwa dokumen perizinan tersebut perlu ditinjau kembali karena diduga memiliki kekurangan dari aspek administratif maupun prosedural.(*/Ar)

*Bersambung*

banner 728x250