KORBAN  

Tragedi Penemuan Jenazah di Pantai Desa Meselesek: Korban Mengidap Penyakit Epilepsi

Avatar

BangkepNews.com. BANGKEP– Pada Sabtu (29/07/2023) sekitar pukul 16.00 WITA, sebuah penemuan mengerikan mengguncang warga di Pantai Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan. Jenazah seorang pemuda bernama Afandi Tami Jaya Meseang (17 Tahun) ditemukan terapung di tepi pantai. Afandi adalah seorang pelajar beragama Kristen.

Laporan pertama mengenai penemuan jenazah tersebut disampaikan oleh masyarakat setempat kepada anggota Polsek Bulagi. Tak berlama-lama, tim yang dipimpin oleh Kanit Sabhara Polsek Bulagi, AIPDA ERWIEN A.M, bersama Anggota Bhabinkamtibmas BRIPTU ADI JASMON segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pukul 16.20 WITA, tim dari Polsek Bulagi tiba di TKP dan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tim medis, pemerintah desa, keluarga korban, dan beberapa saksi mata. Selanjutnya, dilakukan tindakan penyelidikan (TPTKP) untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan.

BACA JUGA:  Guru Malas Mengajar; Orang Tua Murid Minta Pj.Bupati Bangkep Berikan Sanksi Tegas

Dari hasil identifikasi oleh personil Polsek Bulagi, diketahui bahwa korban, Afandi Tami Jaya Meseang, merupakan seorang pemuda berusia 17 tahun yang beragama Kristen dan seorang pelajar. Tubuh korban tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan, namun ditemukan adanya busa di mulut korban.

Informasi dari beberapa saksi mata, Wulandari Todani (41 tahun) dan Kristina Imelda Lantona (13 tahun), mengungkapkan bahwa mereka pergi ke pantai sekitar pukul 16.00 WITA untuk mencari kerang saat air laut surut. Ketika mencari kerang, mereka melihat benda yang mengambang di tepi pantai. Mereka terkejut saat menyadari bahwa itu adalah jenazah seorang pria. Wulandari langsung memanggil temannya, Kristina, untuk memastikan temuannya. Setelah yakin bahwa itu adalah mayat manusia, mereka melapor ke Kepala Dusun 3 Desa Meselesek (Ningson), yang selanjutnya memanggil beberapa warga lainnya untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.

BACA JUGA:  750 Paket Takjil Dibagikan Forkopimcam Bulagi Saat Laksanakan Baksos Sinergitas

Setelah memastikan penemuan jenazah, pihak desa bersama dengan masyarakat setempat segera mengevakuasi jenazah ke rumah korban. Hasil pemeriksaan tubuh korban menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Namun, berdasarkan rekam medis, diketahui bahwa korban mengidap penyakit epilepsi yang dapat kambuh sewaktu-waktu.

Berdasarkan kesimpulan medis, dugaan sementara adalah saat korban sedang mencari kerang di tepi pantai, penyakit epilepsinya kambuh, dan korban jatuh ke dalam air laut. Kejadian ini menyebabkan korban kehabisan napas dan akhirnya meninggal dunia.

BACA JUGA:  Heboh, Warga Bongganan Hilang Saat Mengantar Penumpang Menggunakan Perahu Katinting Sudah Kembali Pulang

Pihak keluarga korban sangat mengenang dan mencintai Afandi. Mereka menyatakan bahwa mereka telah ikhlas atas meninggalnya putra mereka. Sebagai bentuk keikhlasan, mereka menolak dilakukannya pemeriksaan medis lanjutan atau otopsi terhadap jenazah, yang juga didukung dengan surat pernyataan dari pihak keluarga.(AR)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *