BangkepNews.com.BANGKEP–Hasil investigasi Media BangkepNews menunjukkan bahwa Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Ancaman bencana seperti tanah longsor, banjir rob, serta gelombang tinggi masih membayangi sejumlah wilayah pesisir dan perbukitan, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem melanda.
Kerentanan ini bukan tanpa alasan. Kondisi geografis Bangkep yang didominasi wilayah kepulauan, garis pantai yang panjang, serta kontur tanah berbukit menjadikan daerah ini sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan degradasi lingkungan. Beberapa titik rawan longsor telah diidentifikasi berada di kawasan pemukiman, sementara banjir rob dan gelombang tinggi kerap mengancam aktivitas masyarakat pesisir serta infrastruktur dasar.
Sayangnya, hingga saat ini upaya penanganan masih cenderung bersifat reaktif, yakni bergerak setelah bencana terjadi. Pola seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Padahal, penanggulangan bencana yang ideal harus menitikberatkan pada kesiapsiagaan dan mitigasi sejak dini.
Oleh karena itu, Media BangkepNews menilai bahwa dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah menjadi kebutuhan mendesak.
Anggaran tersebut diperlukan untuk penguatan sistem peringatan dini, pemetaan wilayah rawan bencana, pembangunan infrastruktur penahan abrasi dan longsor, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi kebencanaan.
Sinergi lintas pemerintahan sangat penting agar penanganan bencana tidak berjalan parsial. Pemerintah daerah tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri dengan keterbatasan fiskal yang ada, sementara risiko bencana terus meningkat seiring perubahan iklim global.
Kesiapsiagaan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Investasi anggaran untuk pencegahan dan mitigasi jauh lebih murah dibandingkan biaya pemulihan pascabencana. Keselamatan masyarakat Bangkep harus menjadi prioritas bersama, sebelum bencana benar-benar datang dan menimbulkan penyesalan.(*/Ar)













