BPBD Bangkep Bertindak Cepat Mendistribusikan Air Bersih Di Desa yang Terdampak Krisis Air Bersih

Avatar

Sumur warga yang sering digunakan, disebabkan  kemarau airnya menjadi kering

BangkepNews.com BANGKEP– Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan pemantauan dan evaluasi terkait krisis air bersih yang melanda beberapa desa di wilayah Bulagi dan sekitarnya. Krisis ini disebabkan oleh menurunnya intensitas hujan, yang mengakibatkan penurunan sumber mata air warga dan kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.

Adapun Desa yang terdampak  di kecamatan bulagi dan Bulagi Selatan: Desa Alul (236 KK / 287 Jiwa) Desa Kambal (163 KK) Desa Tolo (106 KK) Desa Lalandai (143 KK) Desa Montomisan (110 KK),Desa Momotan (81 KK / 241 Jiwa),Desa Unu  (67 KK / 192 Jiwa)
Desa Mangais  (24 KK / 73 Jiwa)
Desa Palabatu 1 (60 KK / 172 Jiwa)
Desa Pipilogot  (72 KK / 230 Jiwa).

Sejumlah masyarakat setempat mengatakan,” kami hanya mengharapkan air hujan, baju sekolah anak kami saja kalau kotor kami hanya cuci seadanya saja, sampai warna putihnya so tidak terang,”ucapnya dengan raut wajah sedih.

BACA JUGA:  Hari Ke 5 Pencarian Korban Nelayan Hilang Belum Juga Ditemukan

Diucapkannya Juga pengalaman saat ia masih duduk di bangku sekolah, ” kalau sudah musim kemarau satu bulan lamanya, kami ikut libur juga, karena kami kesusahan air untuk Mandai atau memasak,” terangnya saat diwancarai anggota Team Reaksi Cepat ( TRC) BPBD.

Masyarakat setempat telah lama menghadapi krisis air bersih yang serius. Mereka dengan harapan yang tulus berharap agar masalah ini segera teratasi. Dalam kehangatan matahari yang menyinari desa-desa mereka, warga bercita-cita melihat aliran air yang bersih dan sehat mengalir ke rumah mereka, menyediakan air untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan mencuci.

BACA JUGA:  1 Unit Rumah Terbakar di Desa Palam Tinangkung Utara, Kab.Banggai Kepulauan

Masyarakat ini berharap pemerintah setempat dan pihak terkait dapat memprioritaskan penyelesaian krisis air ini. Mereka berharap investasi yang cukup untuk infrastruktur air bersih, seperti sumur bor, saluran air, dan penyediaan sumber air yang berkelanjutan. Dalam harapannya, anak-anak mereka bisa bersekolah tanpa terganggu oleh pencarian air, serta pertanian dan usaha kecil lainnya dapat berkembang dengan dukungan air yang cukup.

Masyarakat Kecamatan Bulagi dan Bulagi Selatan sangat berharap agar krisis air bersih ini segera teratasi, sehingga kehidupan mereka dapat menjadi lebih baik, sehat, dan berkelanjutan. Mereka bersatu dalam harapan bahwa tindakan yang diambil segera akan membawa perubahan positif bagi masa depan mereka.

Untuk mengatasi krisis air bersih ini, Kepala BPBD, Saprin K. Piter, bertindak cepat  dan memerintahkan Kasi Darurat Muh.Rifai untuk segera menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk segera bergerak ke lokasi pengisian air bersih di Desa Bangunemo, Kecamatan Bulagi Utara, yang berjarak 23 km dari daerah terdampak.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Buka Musrembang RKPD Tingkat Kecamatan Kabupaten Bangkep Tahun 2023

BPBD Banggai Kepulauan telah menyiapkan 10.000 liter air bersih untuk setiap pendistribusian guna membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih di wilayah kecamatan Bulagi dan kecamatan Bulagi selatan.( Ar)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *